Rabu, 22 Agustus 2012

BIOKEROSIN


ENERGI ALTERNATIF MASA DEPAN BIOKEROSIN
Belakangan ini masyarakat Indonesia di buat rasa takut. Dengan semaraknya ledakan tabung Gas 3 Kg. Tidak Sedikit Korban berjatuhan, dengan inilah Allah Ta’ala memberikan cobaan kepada bangsa tercinta ini, dan harus banyak-banyak berfikir positif, untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Kini anak bangsa H. Aryanto Misel, punya temuan baru Bio Kerosin, Bahan bakar kompor pengganti minyak tanah dan gas.
Bio Kerosin ini adalah penyempurnaan atas penemuan yang pernah saya buat tahun 2006 dengan bahan dasar limbah pabrik gula, tapi dengan keterbatasan bahan baku akhirnya kami menghentikan produksinya. padahal produk biokerosin kami telah diakui oleh praktisi dari ITB. akhirnya kami menyempurnakan lagi biokerosin yang  dibuat dengan mengunakan bahan batu bara yang di cairkan dan di tambahkan formula yang kami buat. Mengapa kami menggunakan batu bara cair untuk bahan dasar biokerosin,karena Indonesia merupakan salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia sehingga memungkinkan cadangan bahan baku yang melimpah melebihi minyak bumi sekalipun.
Keunggulan Biokerosin
Biokerosin lebih hemat bila dibandingkan dengan minyak tanah dan gas, karena biokerosin 1 liter bisa bertahan 3 jam pemakaian dan salah satu keunggulannya adalah tingkat keamanannya yang tinggi anti meledak sehingga aman untuk pemakaian rumah tangga maupun UKM.  Bio Kerosin ini dengan nyala api biru tanpa asap jadi ramah lingkungan. Biokerosin bisa dipakai untuk kompor minyak tanah biasa jadi tanpa ganti kompor, harga Biokerosin jauh di bawah minyak tanah, Rp. 6500 untuk pulau jawa. untuk pengembangan energi alternatif ini,kami membuka peluang untuk kerjasama dengan berbagai pihak pemerintah maupun swasta, bisa menghubungi PT Annaro Total Indonesia Tlp.081324605340/085724851456
Anda Trauma dengan Ledakan Gas Elpiji?
Harga Minyak Tanah Mahal….
Anda Kesulitan mendapat minyak tanah?
Minyak tanah yang anda dapatkan sulit menyala?
BIOKEROSIN SOLUSINYA.
Keunggulan Biokerosin
1.   Hemat, karena 1 liter biokerosin bisa dipakai selama 150 menit, sedangkan 1 liter minyak tanah menggunakan kompor 16 sumbu hanya bertahan 60 menit & gas LPG tabung 3 Kg hanya bertahan selama 3 jam.
2.   Aman, biokerosin aman anti meledak karena biokerosin memakai kompor minyak tabung terpisah.
Tetapi jika tidak memiliki kompor minyak tabung terpisah, bisa juga memakai kompor sumbu minyak tanah/ kompor tabung yg di pompa.

Dengan ketentuan:
·Menjaga kebersihan kompor, dengan membersihkan badan kompor (khususnya bagian atas tangki minyak) dari tumpahan/ ceceran minyak biokerosin.
·Tidak ada kebocoran pada tangki minyak & pada saluran pipa/ sumbu        kompor.
· Menutup rapat lubang pengisian tangki kompor, ketika menyalakan kompor.
·Mematikan kompor, jika hendak mengisi ulang tangki kompor dengan minyak biokerosin.
·Khusus  utk Kompor minyak pompa bertekanan, ketentuan penggunaannya adalah minyak biokerosin dioplos dg minyak solar dgn perbandingan = 1 berbanding 1.
Murah, harga minyak biokerosin cukup terjangkau yaitu Rp 6.500,- perliter *.
(harga dapat berubah sesuai kebijakan Perusahaan).
3.       Ramah Lingkungan, dengan nyala api biru tanpa asap.

Semoga dengan temuan biokerosin ini bisa menjadi solusi energi alternatif yang murah dan aman bagi masyarakat kecil yang telah lama terbebani dengan tingginya biaya hidup



Batu Bara Sebagai Energi Laternatif
Cadangan minyak bumi Indonesia 4.3 milyar ton pada tahun 2006 atau hanya 0.36 % dari cadangan miyak dunia sebesar 1208 milyar ton. Dengan tingkat produksi 390 juta ton pertahun tingkat produksi minyak bumi Indonesia,diperkirakaan hanya dapat bertahan 11 tahun kedepan. Sedangkan sumber lain seperti Gas Alam saat ini hanya memiliki cadangan 30 tahun kedepan.
Sebagai solusi energi alternatife Batu bara sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang kebijakan energi nasional PERPRES NO 1/2006 tentang bahan bakar nabati dn INPRES NO 2/2006 tentang batubara yang di cairkan sebagai bahan baker. Seperti kita tahu cadangan batubara di Indonesia dapat di produksi hingga 45 tahun kedepan.

Proses Pencairan batu bara

1.  Langkah pertama adalah memisahkan air dari batubara yang kualitas rendah dengan kalori 5100

2.  Lngkah kedua melakukan proses pencairan dimana hasil produksi mina yang dicairkan di tingkatkan dengan katalisator

3.  Langkah ke tiga dilanjutkan dengan proses Hidrogigisasi dimana Heteratom(campuran sulfur-leden campuran nitrogen leden,dll) pada minyak    batubara cair,kerosin dipisahkan untuk memperoleh bahan bakar bermutu tinggi kemudian sisa dari proses tersebut debu dan unsur sisa produksi di pisahkan

Pengembangan batu bara cair akan menjadi suatu industri yang produktif bagi pelaku usaha di negeri ini untuk berinvestasi karena memiliki kelebihan antara lain :

-  Ongkos Produksi yang rendah,Dalam 1 ton batubara menghasikan 235.5 liter batubara cair 1 liter batubara cair membutuhkan biaya produksi 3250 perliter coba bandingkan dengan biaya pengolahan minyak bumi saat ini yang mencapai 25 US dolar per barel atau Rp.6250 perliter

-  Jenis batubara yang di cairkan adalah batubara berkalori rendah yang selama ini kurang diminati pasaran

-  Instalasi pengolahan batubara lebih murah dibandingkan dengan pengolahan minyak bumi

-  Setiap satu ton batu bara padat yang diolah dalam reaktor Bergius dapat menghasilkan 6,2 barel bahan bakar minyak sintesis berkualitas tinggi. Bahan ini dapat dipergunakan sebagai bahan pengganti bahan bakar pesawat jet (jet fuel), mesin diesel (diesel fuel), serta gasoline dan bahan bakar minyak biasa.

-  Teknologi pengolahannya juga lebih ramah lingkungan. Dari pasca produksinya tidak ada proses pembakaran, dan tidak dihasilkan gas CO2. Kalaupun menghasilkan limbah (debu dan unsur sisa produksi lainnya), masih dapat dimanfaatkan untuk bahan baku campuran pembuatan aspal. Bahkan sisa gas hidrogen masih laku dijual untuk dimanfaatkan menjadi bahan bakar.

Ø Bila teknologi dan biaya produksi batu bara cair tersebut dianggap tidak kompetitif lagi, perusahaan dapat berkonsentrasi penuh memperoduksi gas hidrogen dan tenaga listrik yang masih memiliki prospek sangat cerah. Karena dengan memanfaatkan Panel Surya berteknologi tinggi (Photovoltaic), energi matahari yang mampu ditangkap adalah 100 kali lipat dibandingkan dengan panel biasa. Setiap


panel dapat menghasilkan daya sebesar satu megawatt, dengan biayanya hanya US$ 5 atau 100 kali lebih murah dibandingkan dengan menggunakan instalasi panel surya yang biasa.

Prospek Batu Bara Cair Dunia Di Masa Depan

Melihat kondisi kelangkaan energi minyak bumi dimasa depan, China melakukan inisiatif langkah-langkah konkrit melakukan penelitian dan pengembangan teknologi pencairan batu bara. Sementara itu NEDO, sebagai bagian dari program kerjasama Internasional telah melakukan instalasi peralatan pencairan batubara di China pada 1982 sebagai bagian dari uji coba pencairan batu bara China, termasuk melakukan eksplorasi katalis untuk proses pencairan batubara serta pengembangan kemampuan sumber daya manusia. Sejak tahun 1987, pemerintah China telah menawarkan NEDO untuk melakukan uji kelayakan lokasi pabrik pencairan batubara di Provinsi Heilongjiang dengan memanfaatkan batubara Yilan. Sebaliknya, dengan mempertimbangkan sebagai negara importir minyak bumi dimasa depan, pada tahun 1992 pemerintah Indonesia telah meminta bantuan kerjasama Internasional kepada NEDO untuk melakukan penelitian dan pengembangan brown coal. Inisiatif tersebut ditindaklanjuti tahun 1994 dengan menandatangani memorandum kerjasama antara NEDO bersama dengan BPPT (Badan Pengkajian Penerapan Teknologi) untuk penelitian dan pengembangan teknologi pencairan brown coal di Indonesia sebagai persiapan untuk komersialisasi pabrik pencairan batubara cair.

Sebagai Anak bangsa kami membuat Biokerosin sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah dan gas yang terbuat dari batubara cair yang insyaallah dapat membatu rakyat kecil untuk mendapatkan bahan bakar alternatif yang murah dan aman






Last Updated on Thursday, 16 September 2010 04:19
 
Biokerosin Part 1
PDF
Print
E-mail

Saturday, 07 July 2007 09:54
Aryanto Kenalkan Biokerosin Pengganti Minyak Tanah

Bandung (ANTARA News) - Setelah sebelumnya memperkenalkan Biomisel sebagai pengganti solar, Aryanto (54) Direktur CV Akashu Inter Misel di Hotel Permata Bandung, Selasa memperkenalkan Biokerosin, bahan bakar pengganti minyak tanah, yang juga berasal dari minyak goreng ditambah limbah pabrik tebu.

"Biokerosin ini baru tahap awal pengembangan, namun mampu menunjukkan kualitas di atas minyak tanah karena untuk satu liter Biokerosin bisa terus menyala selama empat jam dengan warna api yang biru", katanya saat mendemontrasikan di atas kompor hemat energi ciptaannya.

Sebagai perbandingan, satu liter minyak tanah jika digunakan secara terus menerus akan habis dalam waktu satu jam, sedangkan untuk satu liter Biokerosin bisa terus menyala selama empat jam, sehingga Biokerosin produksinya sangat hemat energi.

Pria asal Lemah Abang Cirebon itu mengungkapkan, biaya pokok produksi Biokerosin Akashu masih tinggi yaitu antara Rp3.500 sampai Rp4.000 per liter tetapi jika dikembangkan dengan kualitas sedikit di atas minyak tanah artinya kemampuan apinya diturunkan sampai dua jam per liter maka harganya bisa sangat ekonomis yaitu Rp2.000 per liter.

Dalam demontrasi, terlihat proses penyalaan api cukup mudah karena bisa pakai pemantik api biasa atau pemantik otomatis dan bara api langsung berwarna biru.

Yang lebih aneh, metode untuk menaikkan biokerosin dari tanki minyak dibawah tidak menggunakan sumbu kompor tetapi menggunakan pasir dengan prinsip daya kapiler pasir akan bisa mengangkat minyak.

"Ini merupakan modifikasi dari penemu kompor berbahan pasir asal Jawa Tengah", katanya yang hadir dalam rangkaian Rapat Koordinasi Diversivikasi Energi Pengganti BBM.

Penelitian Biokerosin yang hanya kurang dari satu bulan itu juga atas desakan penemu kompor pasir itu, kuatir jika minyak tanah sampai dihapus pemerintah karena berarti kompor pasir berbahan bakar minyak tanah itu tidak mungkin laku terjual.

Karo Binas Produksi Setda Jawa Barat Luki Djunaedi mengaku bangga dengan temuan itu dan berjanji akan memfasilitasi pengembangan Biomisel dan Biokerosin Akashu sehingga bisa menjadi bahan bakar alternatif Unggulan di Jawa Barat.

"Pertemuan ini juga sebagai sarana melihat sejauh mana teknologi bahan bakar nabati yang sudah berkembang", katanya.

Menurut Dr Tirto Prakoso, pakar babah bakar nabati dari ITB, Biokerosin produksi Akashu itu sudah bisa masuk katagori Biokerosin yang sebenarnya karena merupakan bahan bakar cair hayati yang berkarakteristik pembakaran dan viskositas hampir sama dengan minyak tanah.

"Memang Biokerosin Akashu viskositasnya masih lebih tinggi dari minyak tanah tetapi karakteristik bakarnya sama, bahkan apinya lebih biru", katanya.

Ia juga menjelaskan, beberapa tumbuhan menghasilkan minyak seperti minyak tanah atau jenis hidrokarbon seskuiterpenik yaitu minyak kemukus, minyak biji Pittosporum, minyak keruing (gurjun balsam oil, red) dan minyak sindur dari getah batang sindur (Sindora sp).

Usai paparan Biomisel dan Biokerosin Akashu, sebagian peserta meminta agar pola kerjasama pengembangan biodiesel itu disebarkan ke seluruh daerah agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya.(*)
COPYRIGHT © 2006 ANTARA

0 komentar: