Kamis, 09 Agustus 2012

Pembukaan

Kata Pengantar.
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan alam semesta ini dari ciptaannya manusia biasa mengembangkan teknologi, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itu dibutuhkan kempampuan untuk belajar dan berfikir.
Dengan mempelajari ilmu dapat mempelajari alam semesta ini dan mengembangkan teknologi untuk kemajuan bangsa.

         Mempelajari dan memperdalam materi ilmu kimia segala tentang sesuatu zat yang meliputi komposisi struktur dan sifat, dinamika dan energetika zat, yang melibatkan keterampilan dan penalaran. Dengan era globalisasi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia harus berani bersaing.

        Dalam hal teknologi, banyak orang menilai bahwa Indonesia kalah dan ketinggalan dengan Negara lain, hal ini di karenakan orang-orang Indonesia lebih suka memakai teknologi canggih temuan luar negeri, ketimbang harus pusing membuat temuan-temuan tandingan, inilah yang menyebabkan citra bangsa ini sebagai bangsa konsumtif yang suka sekali belanja.

       Padahal jika ditelisik lebih lanjut, penilaian seperti itu tidak sepenuhnya benar diantara beratus juta penduduk. Ada juga orang Indonesia tersembunyi dari  masyarakat kebanyakan yang memberi sumbangsih berupa temuan-temuan tekhnologi meski hanya berupa temuan kecil, ini yang masih tidak banyak diketahui orang-orang Indonesia. Apalagi kisah tentang mereka jarang terdengar, sedikit berbeda dengan penemu-penemu  luar negeri  yang memiliki latar belakang dunia akademis, tetapi tidak kalah hebatnya penemu asal negeri tercinta ini yang berasal dari akademis dan non akademis. Dan kurang pekanya pemerintah kita ini terhadap anak bangsa yang kreatif dengan temuan-temuannya, produk-produk tekhnologi yang tidak kalah dengan produk tekhnologi temuan luar negeri, salah satu contoh, untuk membuat BBM dengan octan tinggi, pemerintah dengan pertaminanya harus membeli additive nya ke negeri lain, padahal anak bangsa sendiri bisa menciptakan additive untuk membat BBM dengan octan tinggi dengan harga yang sangat murah.

       Salah satu contoh, ARYANTO MISEL dengan temuan produk additive untuk meningkat octan dengan merk AKASHU nya telah terbukti hasil ujinya di LEMIGAS. Premium dengan octan 88, setelah dicampur dengan Additive bisa menjadi Octan 94 setara dengan pertamax produk pertamina, solar dengan setane 48 menjadi 53 setara dengan produk SEAL maupun PETRONAS. Temuan anak bangsa ini tidak hanya Additive melainkan pertengahan tahun 2006 membuat BBN (bahan baker nabati) bio diesel.Bio diesel temuan ARYANTO ini 100% nabati. Lalu disusul temuannya lagi BIO KEROSIN pengganti minyak tanah bahan bakunya yang terbuat dari limbah parit pabrik gula, BIO KEROSIN temuan ARYANTO ini bisa nyala 4 jam dengan 1 liternya.
           BIO KEROSIN temuan ARYANTO ini pernah dipresentasikan kepada para pakar bahan nabati dari ITB ternyata mereka semua mengakui, dan masih banyak temuan-temuan yang bisa memberi sumbangsih kepada bangsa ini . mudah-mudahan pemerintah kita bisa lebih peka kepada karya-karya anak bangsa ini.

Aku tidak punya bakat khusus Aku hanyalah orang yang penasaran

0 komentar: