Rabu, 07 Agustus 2013

Sejarah Aryanto Misel

AKU TIDAK PUNYA BAKAT KHUSUS ,AKU HANYALAH ORANG YANG PENASARAN
Tentang Saya
Nama : Aryanto Misel dilahirkan di kota Semarang  30 Agustus 1956, pendidikan SLTA tidak tamat.Inilah Kisah penemu Akashu yg menjadi motifasi generasi muda sekarang.
Semasa remaja kehidupanku sangat sulit sekali, maklum orang tuaku hanya sebatas pekerja harian, akhirnya sekolahku putus di tengah jalan tidak bisa dilanjutkan. Lalu saya berfikir bagaimana saya untuk bisa membantu orang tua karena aku mengingat adik-adikku yang masih kecil. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Aku masih ingat pada waktu itu bulan Februari 1974 aku berangkat ke Jakarta, padahal di Jakarta aku tidak punya sanak saudara, jadi tidak ada yang dituju.  Di dalam perjalanan aku selalu bertanya pada diriku sendiri, aku harus kemana setelah sampai di Jakarta . dengan tekad yang membaja sedikitpun aku tidak gentar.
Akhirnya aku terdampar di stasiun kereta api Pasar Senen, karena memang di Jakarta tidak ada yang saya tuju, aku ambil keputusan untuk menginap di gerbong kereta  yang sudah tidak layak jalan. Hari demi hari, minggu demi minggu sisa uang saku makin menipis, dengan sisa uang saku yang ada saya putuskan untuk membeli semir sepatu dan sikatnya, lalu aku keliling menjual jasa untuk menyemir sepatu orang.
Alhamdulillah aku bisa menyambung hidup dan menabung dengan pekerjaan menyemir sepatu. Dengan tidak sengaja aku buka-buka dompet yang ada di saku, aku temukan alamat temanku sekampung . aku coba untuk mencarinya alamat temanku. Alhamdulillah , alamat tersebut aku temukan, dia bekerja disebuah pabrik di bilangan kebayoran lama, lalu aku di ajak bekerja dengannya. Dengan tiga bulan bekerja, aku terkejut temanku diberhentikan oleh majikannya, akupun ikut berhenti kerja. Lalu aku bersama temanku berusaha mencari pekerjaan baru. Seminggu kemudian aku  dan temanku mendapat pekerjaan baru di salah satu pabrik kecap di sekitar jembatan lima di Jakarta.
Singkat cerita, beberapa pekerjaan di Jakarta aku alami, menjadi supir oplet, supir truk, mengangkut tanah, menguruk pembangunan bandara Soekarno hatta, dan pernah juga bekerja di kontraktor membangun pergudangan BULOG di seluruh pulau jawa dan bali.
Dengan tekadku untuk bekerja dan mencari pengalaman dan ilmu, di benak pikiranku, kelak nanti aku harus bisa mandiri dan wirausaha.  Memang aku type pekerja keras dan pantang menyerah.
Di tahun 1987, saat itu hari sabtu, aku jalan-jalan ke senayan, tepatnya di parkir timur. Banyak sekali orang bermain pesawat terbang yang memakai remot control dan berbahan bakar AFTUR. Sesampainya di rumah kontrakan tempat tinggalku, aku selalu berfirir dan sangat tertarik tentang bahan bakarnya pesawat air modeling, tapi karena  hobiku semenjak dibangku sekolah sangat senang dengan dunia kimia dan senang berExperimen, lalu aku mencoba untuk membuat AFTUR, ternyata uji cobaku membuat AFTUR berhasil. Ternyata dengan bahan bakar AFTUR buatanku aku coba pasarkan di senayan.
Alhamdulillah AFTUR buatanku laku keras atau laris manis. Dengan kehidupan ibukota yang sangat keras, pada tahun 1990an aku putuskan untuk pulang ke kampung halaman. Dengan sedikit modal aku membuka usaha membuat suku cadang mobil , motor, terdiri dari karet, antara lain, bot roda, boot shock, boot stir, E monting, Dll.
Pada waktu tahun 2006 BBM harganya naik hampir 100%. Masyarakat kalangan bawah sangat tercekik, dengan naiknya BBM otomatis harga kebutuhan bahan pokok melonjak tajam, terutama nelayan. Saya sangat terpanggil untuk itu, dengan izin Allah sangat singkat saya bisa membuat bahan bakar nabati, bahan bakunya saya buat dengan minyak goreng bekas (jelantah) bahan bakar temuan saya sangat diminati para nelayan dan petani untuk menggerakkan dieselnya untuk menggantikan solar. BBM temuan saya diberi nama BIO MISEL. Pada waktu itu para nelayan sangat tertolong dengan adanya BBM murah. Saya sangat bangga dengan hasil karya anak bangsa bisa dinikmati bangsanya sendiri.
Dan masih banyak lagi hasil temuan-temuan saya yang bisa dimanfaatkan dan berguna untuk masyarakat  kalangan bawah.
Inilah sekilas riwayat hidup saya dan bekerja keras tanpa putus asa.

2 komentar:

rifana mengatakan...

Assalamu'alaikum.
Maasyaa Alloh Wa Tabarokalloh, AHSANTUM YAA AKHI.
Jazakumullohu khoiron katsiro atas kerjasamanya.
Baarokallohu fiikum.

abu irsyad mengatakan...

Waalaikum salam warohmatulloh.Waafikabaarokallohu fiik.masih di edit terus